PROLOG, PAPUA DAN PENDIDIKAN #1

1462625643242

19 Maret 2016

This area (Poumako) is one of Indonesia’s poorest and most isolated in the far east of the country. These conditions see countless children drop out of school to help support their families. Instead of pencils and books, many children here are more familiar with hammers and shovels.

“I sometimes work at the harbor,” Teo says….

Children like Teo are able to make a few extra rupiah by loading and unloading the ships that regularly dock there. “I carry things like furniture, cement and rice,” he says, “These usually weight 15-25 kilos.” (UNICEF Indonesia, 2016)

——————————————————————————————

Papua memiliki luas wilayah 316.553,074 Km2 untuk Provinsi Papua (29 kabupaten/kota) dan 97.407,61 Km2 untuk Provinsi Papua Barat (13 kabupaten/kota) (Badan Pusat Statistik Provinsi Papua, 2016; Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat, 2016).

Provinsi Papua kurang lebih ditempati oleh 3,1 juta jiwa penduduk (Badan Pusat Statistik Provinsi Papua, 2014) sedangkan Provinsi Papua Barat ditempati oleh 850 ribu jiwa penduduk (Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat, 2016).

Setidaknya ada dua hal yang perlu dilihat untuk menilai kondisi pendidikan di Papua:

1.       Angka melek huruf, yaitu persentase penduduk usia 15 tahun keatas yang dapat membaca dan menulis huruf latin dan atau huruf lainnya (Badan Pusat Statistik, 2016).
2.       Rata- rata lama sekolah, yaitu jumlah tahun yang digunakan oleh penduduk usia 15 tahun keatas dalam menjalani pendidikan formal (Badan Pusat Statistik, 2016).

Angka melek huruf dan rata- rata lama sekolah di Provinsi Papua maupun Provinsi Papua Barat dalam tabel penyajian sejak tahun 1996-2013 yang tersedia, memiliki angka yang bervariasi. Angka melek huruf di Provinsi Papua dari 29 kabupaten/kota tahun 2013 berkisar 28.08% – 99.86%. Sedangkan angka melek huruf di Provinsi Papua Barat tahun 2013 dari 13 kabupaten/kota berkisar 84.42% – 100.00%  (Badan Pusat Statistik Provinsi Papua, 2016; Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat, 2016).

Berdasar rata-rata lama sekolah, Provinsi Papua dari 29 provinsi tahun 2013 memiliki nilai lama sekolah berkisar 2 – 11 tahun (nilai modus jumlah penduduk dari 8 kabupaten/kota, yaitu Intan Jaya, Puncak, Yalimo, Memberamo Tengah, Nduga, Yakuhimo, dan Pegunungan Bintang hanya bersekolah berkisar 2 tahun saja). Sedangkan Provinsi Papua Barat pada tahun 2013 memiliki rata- rata lama sekolah berkisar 4 – 10 tahun (nilai modus jumlah penduduk dari 5 Kabupaten/kota, yaitu Kaimana, Teluk Bintuni, Manokwari, Sorong, dan Raja Ampat bersekolah 7 tahun) (Badan Pusat Statistik Provinsi Papua, 2016; Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat, 2016).

Papua, berdasar opini sepuluh mahasiswa UI, masih merupakan pulau yang jarang terperhatikan sebagai sasaran berbagai program pengembangan, khususnya pendidikan. Sumber daya yang dimiliki sangat besar, tetapi tidak berbanding lurus dengan kemajuan pendidikannya. Untuk pemuda diperkotaan seperti kita, masa kanak- kanak tanpa pendidikan berarti masa depan tanpa kesempatan (UNICEF, 2016). Data di atas menunjukkan kejomplangan persentase yang ada. Kemudahan akses dan faktor lain menjadi alasannya.

Kisah Teo dan data di atas adalah pembuka bahwa Indonesia membutuhkan ide- ide yang dapat kita temukan dan implementasikan secara nyata untuk memajukan pendidikan saudara kita di Papua.

Sumber:

1.       Backer, Nick. Out of School: Student Absenteeism in Papua. UNICEF Indonesia, Januari 2016.  UNICEF. http://unicefindonesia.blogspot.co.id/2016 /01/out-of-school-student-absenteeism-in.html [diakses tanggal 18 Maret 2016, pukul 17.45 WIB]
2.       BPS Provinsi Papua. Rata-Rata Lama Sekolah. Badan Pusat Statistik Provinsi Papua, 2016. http://papua.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id /37 [diakses tanggal 18 Maret 2016, pukul 15.50 WIB]
3.       BPS Provinsi Papua. Angka Melek Huruf. Badan Pusat Statistik Provinsi Papua, 2016. http://papua.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/18 [diakses tanggal 18 Maret 2016, pukul 16.00 WIB]
4.       BPS Provinsi Papua. Luas Wilayah Provinsi Papua. Badan Pusat Statistik Provinsi Papua, 2016. http://papua.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/7 [diakses tanggal 18 Maret 2016, pukul 15.00 WIB]
5.       BPS Provinsi Papua Barat. Provinsi Papua Barat dalam Angka 2015. Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat, 2016.http://irjabar.bps.go.id/website /pdf_publikasi/Provinsi-Papua-Barat-Dalam-Angka-2015.pdf [diakses tanggal 19 Maret 2016, pukul 10.00 WIB]
6.       Badan Pusat Statistik. Indeks Pembangunan Manusia. Badan Pusat Statistik, 2016. https://www.bps.go.id/Subjek/view/id /26 [diakses tanggal 19 Maret 2016, pukul 12.15 WIB]
7.       BPS Provinsi Papua Barat. Rata- Rata Lama Sekolah Provinsi Papua Barat 2010-2014. Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat, 2016. http://irjabar.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id /171 [diakses tanggal 19 Maret 2016, pukul 10.00 WIB]

Sumber Gambar: Students in Poumako walk to class. ©UNICEF Indonesia/2015/Nick Baker. http://unicefindonesia.blogspot.co.id/2016/01/out-of-school-student-absenteeism-in.html

Leave a Reply