Jelajah ASEAN (7)

written by Via Apriyani

 

ButterWorth, Malaysia (Selasa, 27 Januari 2015)

Sekitar pukul 10.00 pagi, kereta telah sampai di imigrasi padang besar Malaysia. Seluruh penumpang kereta diharuskan turun untuk menjalani proses pemeriksaan imigresen (bahasa melayu untuk imigrasi). Tidak butuh waktu yang cukup lama, dengan pemeriksaan yang tidak begitu ketat kami kembali ke dalam kereta untuk melanjutkan perjalanan ke ButterWorth. Tiga jam berlalu, akhirnya kereta sampai di stasiun ButterWorth. Kami langsung menuju loket pembelian bas ke Kuala Lumpur. Harga tiket pada waktu itu sebesar 35 RM, cukup mahal karena terdapat calo yang meminta jatah dari hasil penjualan tiket bas. Bas dari ButterWorth menuju Kuala Lumpur berangkat pukul 13.40. Sengaja kami pilih keberangkatan yang lebih awal agar cepat sampai di KL. Kukira ButterWorth – KL hanya memakan waktu beberapa jam, tapi ternyata kami baru bisa sampai di KL pukul 19.00. Perhentian terakhir bas ialah terminal pudu raya KL sentral. Untuk sampai penginapan di hotel 1915 (kali ini kami menyewa hotel yang jauh lebih baik dari penginapan sebelumnya) kami harus berjalan beberapa ratus meter. Menyusuri jalan leboh ampang KL. Namun, sebelum menuju hotel kami mampir ke salah satu restaurant ayam goreng (sebut saja KFC). Hotel 1915 terletak cukup strategis di pusat kota Kuala Lumpur. Malam itu pukul 22.00 setelah sampai hotel kami langsung beristirahat.

 

gambar 12
Welcome back, Kuala Lumpur Malaysia

 

Pertemuan Hari itu….. (Rabu, 28 Januari 2015)

Tepat pukul 11.00, setelah menghabiskan breakfast di hotel kami langsung menuju stesyen (bahasa melayu untuk stasiun) MRT Masjid Jamek yang terletak persis di depan hotel tempat kami menginap. Transportasi MRT di KL hampir mirip dengan yang terdapat di Singapura, penumpang bisa membeli tiket di mesin otomatis dan menunggu kedatangan MRT dengan tertib di peron. Tujuan akhir stasiun kami ialah Gombak, daerah kampus International Islamic University Malaysia (IIUM) berada. Sampai di stasiun gombak kami harus menaiki bas rapid KL yang bisa mengantar sampai di dalam kampus IIUM. Hanya 30 menit waktu yang dibutuhkan untuk sampai di kampus IIUM dari masjid jamek. Sebelum bas benar-benar memasuki lingkungan kampus, ada petugas keamanan yang akan memeriksa penumpang di dalam bas. Salah satu teman kami, Hermawan sangat dicurigai oleh Bapak petugas penjagaan, diinterogasi mengani identitas, tujuan datang ke IIUM dan sebagainya. Mungkin karena wajah Hermawan yang memang keturunan Tionghoa itu terlihat mencurigakan membuat petugas keamanan harus menginterogasinya. Setibanya di kampus IIUM kami langsung menuju main stairs yang didepannya terdapat air mancur besar. Kampus IIUM sangatlah besar, terdapat banyak bangunan yang menyerupai kubah masjid berwarna biru muda. Disana kami bertemu dengan teman-teman PPI Malaysia. Aku sangat senang berada di dalam kampus ini, seluruh wanita muslim ataupun non muslim mengenakan jilbab. Kami disambut dengan sangat ramah oleh PPI Malaysia. Lebih dari 1 jam kami berdiskusi tentang pendidikan, kehidupan di Malaysia dan perkenalan antar pengurus PPIM dan UIAC.

 

Diskusi kami lanjutkan setelah menunaikan shalat dzuhur dan makan siang. Kantin kampus IIUM menyediakan aneka menu makanan yang pastinya halal. Makanan khas Malaysia maupun Indonesia akan mudah ditemui disini, harganya pun terjangkau. Di sela-sela diskusi kami di kantin, tiba-tiba terdapat sekelompok monyet yang bergelayutan di pohon dan biawak yang naik menuju kantin. Pemandangan seperti itu hampir bisa ditemui di kampus IIUM, karena memang banyak terdapat satwa liar hidup disana. Pukul 15.00 kami berpamitan kepada teman-teman PPIM. Rute yang kami lalui untuk kembali ke penginapan masih tetap sama. Kami tidak memutuskan untuk kembali ke hotel, melainkan jalan-jalan di sekitar KL. Banyak tempat-tempat yang berkesempatan kami kunjungi. Ada central market, masjid jamek, dan menara petronas. Malam hari sebelum kembali ke hotel kami berhasil mengabadikan beberapa momen keindahan lampu di menara kembar yang tersohor di Malaysia. (tbc)

gambar 13
Berfoto Bersama PPI Malaysia di kampus IIUM

 

reviewer Ditha Inawati Sam
acc:07022015/0028/am/dithasam

Leave a Reply